Saturday, September 15, 2012

Kanker Serviks, Gejala dan Pencegahannya


Kanker Serviks, Gejala dan Pencegahannya <<>>  Masalah Kanker serviks di kalangan perempuan sangat terkenal, betapa tidak kanker serviks adalah salah satu kanker yang sangat ditakuti oleh perempuan. Sebelumnya apakah teman-teman mengetahui secara detail apa itu  kanker servisk ?  Kanker serviks atau disebut juga kanker leher rahim adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus ( HPV ) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear. Papsmear adaah pemeriksaan leher rahim dengan alat yang dinamakan speculum. Hal ini dilakukan oleh ahli kandungan ataupun bidan. Fungsi pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya HPV ataupun sel karsinoma penyebab Kanker serviks tersebut.  Semoga teman-teman khusunya perempuan dalam hidup terhindar  dari kanker serviks, amiin.  Di bawah ini ada informasi tentang gejala-gejala dan penyebab kanker serviks.

Gejala Kanker Servisk

Dibawah ini  gejala gejala penyakit kanker servik :
  • Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina.
  • Pendarahan setelah sanggama yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal.
  • Timbulnya perdarahan setelah masa menopause
  • Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan, berbau dan dapat bercampur dengan darah.
  • Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.
  • Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada radang panggul. Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah, kemungkinan terjadi hidronefrosis. Selain itu, bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat lainnya.
  • Pada stadium lanjut, badan menjadi kurus kering karena kurang gizi, edema kaki, timbul iritasi kandung kencing dan poros usus besar bagian bawah (rectum), terbentuknya fistel vesikovaginal atau rektovaginal, atau timbul gejala-gejala akibat metastasis jauh.

Pencegahan Kanker serviks

Tentu teman-teman masih ingat motto “Mencegah lebih baik daripada mengobati”. Oleh karena itu, sebelum kamu terkena kanker serviks, ikuti saran berikut untuk mencegah infeksi virus HPV:
  • Jaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan cara konsumsi makanan bergizi. Jalani pola hidup sehat dengan cara makan sayuran, buah dan sereal. Perbanyak makanan yang mengandung vitamin A, C dan E serta asam folat untuk mengurangi risiko kanker leher rahim.
  • Sebelum menggunakan toilet di tempat umum, selalu bersihkan bibir kloset dengan alkohol. Jangan membersihkan genital dengan air kotor.
  • Hindari hubungan seks di usia dini. Hindari berhubungan badan dengan banyak partner karena HPV menular melalui hubungan seksual. Hindari berhubungan sex selama masa haid/menstruasi.
  • Hindari merokok, karena penggunaan tembakau dapat menyebabkan kanker.
  • Rutin melakukan screening berupa pap smear atau IVA untuk deteksi kanker serviks secara dini.
  • Vaksinasi dapat dilakukan pada perempuan usia 10-55 tahun dengan jadwal suntikan sebanyak 3 kali, yaitu pada bulan 0, 1 dan 6. Vaksin HPV akan meningkatkan daya imun anak sehingga lebih resistan terhadap virus.
Jika kamu sudah dideteksi menderita kanker serviks, jangan khawatir. Sekarang ini sudah ada sejumlah metode untuk mengobati kanker serviks. Pada stadium awal, pengobatan kanker serviks dilakukan dengan cara menyingkirkan bagian yang sudah terkena kanker. Misalnya dengan pembedahan listrik, laser atau cyrosurgery (membekukan dan membuang jaringan abnormal).
Untuk pengobatan kanker serviks stadium lanjut, dilakukan terapi kemoterapi dan radioterapi. Pada stadium akhir atau kasus yang parah maka terpaksa dilakukan histerektomi, yaitu bedah pengangkatan rahim (uterus) secara total agar sel-sel kanker yang sudah berkembang dalam kandungan tidak menyebar ke bagian lain dalam tubuh.

  
Saya berharap semoga teman-teman khususnya perempuan dalam hidup terhindar dari kanker serviks. Semoga postingan ini yang berjudul Kanker Serviks, Gejala dan Pencegahannya  berguna untuk teman-teman dalam hal menambah pengetahuan. Terima kasih telah mengunjungi blog ini.

0 comments:

Post a Comment