Tuesday, November 26, 2013

Kurangi Asupan Kalori dan Turunkan Bobot dengan kunyah Makanan lebih Lambat

Kurangi Asupan Kalori dan Turunkan Bobot dengan kunyah Makanan lebih Lambat - Hal ini memang bisa anda perhatikan, yakni kebiasaan anda untuk selalu memperhatikan saat mengunyah makanan, hal yang memang bisa digolongkan sepele namun manfaat nya sangat berguna, dengan anda mengunyah makanan lebih lambat bisa membantu anda untuk mengurangi asupan kalori dan turunkan bobot, hal sepele namun kaya akan manfaat.

Ini merupakan study terbaru yang mengatakan bahwa hal tersebut bisa bermanfaat untuk kurangi asupan kalori dan turunkan bobot, Studi yang dilakukan oleh para peneliti di Iowa State University telah menemukan bahwa semakin banyak Anda mengunyah, maka kadar kalori yang diserap akan semakin menurun. Temuan ini mendukung teori sebelumnya yang menyatakan bahwa mereka yang lambat saat makan memiliki berat badan yang cenderung lebih sehat.

Secara khusus, para peneliti ingin mengetahui apakah proses mengunyah yang lebih lambat akan membantu seorang individu membatasi asupan kalori dan menurunkan berat badan. Untuk mengetahuinya, mereka melibatkan responden yang memiliki berat badan normal; kelebihan berat badan; dan obesitas. Seluruh responden ini diminta untuk makan lima porsi pizza gulungan dan ditanya berapa kali mereka mengunyah untuk masing-masing bagian.

Tim menemukan bahwa semakin banyak jumlah mengunyah yang dilakukan maka semakin menurun asupan kalori yang diserap. "Peningkatan jumlah siklus mengunyah sebelum menelan dapat mengurangi asupan makanan dan meningkatkan rasa kenyang," ungkap salah seorang rekan penulis, James Hollis, seperti dikutip dari Medical Daily, Senin (25/11/2013).

Menurut beberapa ahli, hasil ini didapat karena faktanya mereka yang makan dengan lambat kesempatan pada tubuhnya lebih banyak waktu untuk 'sadar' jika sudah kenyang. "Dibutuhkan sekitar 20 menit bagi otak untuk memberi sinyal pada perut bahwa ia sudah kenyang," ungkap Constance Brown-Riggs, dari Academy of Nutrition and Dietetics.

Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietetics.

Sumber:detik health

0 comments:

Post a Comment